Rur Dan Lan

"Hai Rur, apa kabar ??
wah... dah jadi bos yah sekarang ?
SubhanAllah, jadi tambah cakep pula... "

"Alhamdulillah, kabar baik, he2, syukron do'anya..
Belum lah, masih jadi kuli kok, "

" Ah, gak mungkin. liat tampilanmu sekarang, rapih, keren, bawaanya juga hemmm... Roda empat men!!
liat aja dulu, dah kurus, dekil, sekolah pake sepeda onthel, baju lusuh, ingusan pula..
Hahaha.. "

" Wah wah.. bisa aja kamu Lan, "

Lan, seorang anak dari keluarga berada bertemu dengan Rur teman lamanya di SMA dulu,
tidak pernah sedikitpun Lan berfikir bahwa Rur sekarang sudah sukses, ia ingat sekali dulu masa - masa
Rur SMA, baju sekolahnya sangat dekil, berangkat selalu bawa sepeda butut yang sering bocor. rumahnya yang jauh dari sekolah membuat ia terkadang terlambat, belum lagi letaknya dipelosok kampung. yang orang bilang "ndeso".

Kini Rur sudah berbeda jauh, ia selalu tampil bersih, rapih. ia sudah memiliki rumah sendiri, usia masih muda, belum nikah, sudah jadi saudagar, meski usahanya terlihat sepele. yaitu pembuat kue - kue kering.
Namun yang tak pernah berubah adalah kesahajaan, keramahan dan keakrabanya.

sahabat, tahukah anda makna pertemuan dua orang teman lama diatas ?
Bahwa tak seorangpun tahu nasib kita mau bagaimana, seperti apa nantinya.
Juga manusia cenderung enggan melihat masalalu seseorang,
tapi ia lebih senang melihat seperti apa keadaan kita sekarang.


So, ketika kita akan memulai suatu perubahan. apapun itu perubahanya dari finansial, phsikologis, sikap, perilaku , hati dan cara pandang.
Janganlah takut orang mengatakan apa. yang terpenting lakukan dan kerjakanlah yang terbaik.
cercaan, hinaan itu adalah batu sandungan ketika kita akan menjadi lebih baik.
Lupakan masa lalu, penyesalan, hujatan, keluhan takkan merubah keadaan.

Berjanjilah, sekarang mungkin kita bukan siapa - siapa, Tapi lihatlah besok.
Jika mereka (orang - orang sukses) bisa menjadi yang terbaik, mengapa kita tidak ?
Jadikan hari kita penuh semangat, hidup itu untuk menjadi lebih baik.
Jadikan jiwa kita sebagai perubah, bukan ikut berubah - ubah karena keadaan.

Hari berganti, bulan berlalu. akankah kita terus seperti ini ??
Just Do it!!

klik untuk selengkapnya..

Kekuatan Mistis Pohon Durian Tua

Suatu hari pada acara misteri di sebuah televisi seorang paranormal sedang mengadakan pendeteksian di daerah yang terkenal angker.


Mas Joko(reporter tv): "Pak disini ini kalo di lihat dari mata batin bapak, bapak ngeliat apa aja pak?"

Pak Sadi(sang paranormal): "Saya melihat disini ini banyak banget mas ya ujut penampakan. Ada gondoruwo, gede item pokoknya serem deh mas,kuntilanak itu juga ada dia ber gerombol tampaknya di sini tempat mukinya mereka mas.dan tidak jauh dari masnya itu ada cewek tapi mukanya hancur mas banyak darah,dan dia sedang melihat kita."

Mas Joko: "OK, Pak. Tadi pada siang hari saya melihat sebuah gubuk disana pak,dan saya rasakan getaran mistisnya itu gede banget pak. "

Pak Sadi: "OK kita kesana."

(dalam perjalanan ke gubuk pak Sadi melihat sebuah pohon durian yang sangat besar dan...)

Pak Sadi: "Wah...wah...ini mas"

Mas Joko: "Kenapa pak?"

Pak Sadi: "Ini pohon durian gede banget dan tinggi banget ya mas."

Mas Joko: "Iya pak"

Pak Sadi: "Pohon ini mas ya udah berumur (pak Sadi terdiam) udah puluhan tahun mas."

Mas Joko: "Kira-kira ujut penampakan apa yang bapak lihat, gondoruwo, kuntilanak ato pocong"

(tiba-tiba sang juru kamera maju kedepan dengan berharap semoga mendapatkan sebuah penampakan)

Pak Sadi: "He kamu jangan maju ke situ ini bahaya banget ini" (sambil marah-marah)

Pak Sadi: "Wah..wah...ini bahaya banget mas…" (kemudian terdiam)

Mas Joko: "Pak kayaknya saya juga merasakan getaran-getaran mistisnya, Pak"

(tiba-tiba pak Sadi terdiam dan memejamkan matanya dan tersenyum manis pada mas Joko)
Pak Sadi: "Ini bukan wujut penampakan seperti yang mas kira."

Mas Joko: "Jadi apa, Pak" (dengan penuh rasa penasaran)

Pak Sadi: "Ini pohon durian kan gede dan tinggi banget mas, jadi bahaya bagi orang yang lewat sini. Kalo ada orang yang lewat sini terus kejatuhan buah durian kan sakit banget tuh mas Jadi bahaya bagi orang yang lewat sini, lewatnya harus muter ke sana dulu."

Mas Joko dan kru tv: "$%$@#!@!*&^$# "

Pak Sadi: "Tau gak mas buah durian itu kesukaan saya" (sambil melihat ke buah durian yang besar)

Mas Joko: "Terserah,emang gw pikirin.!#@~^%$#*&"




klik untuk selengkapnya..

Tukang Ojek Setan

Belum habis cerita tentang si gondoruwo tanpa kepala sekarang sudah ada berita tentang Ojek setan.


Maka dari itu bagi temen2 yg suka naik ojek berhati-hatilah terutama wanita (wanita lagi yg kena sasaran)

Pengalaman ini terjadi pada seorang ibu yang baru pulang malam hari (kira2 jam 8 malem) dari rumah sodaranya di daerah tanah kusir. Ibu ini menunggu angkot di jalan raya tanah kusir. Karena angkot penuh terus, ibu ini memutuskan untuk naek ojek. Tiba2 tukang ojek udah ada di depan ibu, krn udah malem dan mau hujan, naeklah ibu ini minta di anterkan ke rumahnya. Di tengah perjalan, ibu ini merasa merinding tubuhnya mungkin karena dingin. Setelah di depan rumahnya, ibu ini mengeluarkan uang 100 ribuan, tapi tiba2 tukang ojek ini langsung mengambil uang tersebut dan kabur ...secepat kilat ibu tersebut berteriak,

"...........TUKANG OJEK SETAAAANNNNNNNNNNNN !!!!!"


Image and video hosting by TinyPic
rara~ah0lic

klik untuk selengkapnya..

Pulang Lewat Kuburan

Ali dan Abu baru pulang dari kota, untuk sampai kekampung, mereka terpaksa melalui jalan pintas yg bersebelahan sebuah kawasan perkuburan.


Hati mereka berdebar-debar sewaktu melewati kawasan perkuburan itu dan dalam sayup-sayup malam mereka terdengar bunyi ketukan dari kawasan perkuburan itu.


Mereka berdua memberanikan diri untuk melihat dari mana datang bunyi itu. Dengan perlahan-lahan mereka menghampiri kawasan kuburan terlihat seorang tua sedang mengetuk batu nisan menggunakan tukul besi dan pahat. Dalam keadaan yang agak gelap itu,orang tua tersebut tetap mengukir sesuatu diatas batu nisan.

Ali dan Abu bersuara "Fuuufff...bapak bikin kaget saja, kami kira tadi kami melihat hantu".

Sambil mendekati orang tua itu mereka bertanya: "Apa yang bapak lakukan malam-malam gelap begini di kuburan ??"

Tiba-tiba lelaki tua itu bergumam "Bodoh banget tukang pahatnya! Dia salah mengeja namaku!"


klik untuk selengkapnya..

h0rr0r

Malam ini udara dingin sekali. Dua hari lagi hari raya Imlek akan tiba. Vivin yang sedang berdiri di halte, mengusap-usap telapak tangannya untuk mengusir dingin.

Sayup-sayup terdengar suara burung hantu di kejauhan. Vivin mengutuk bossnya dalam hati, karena memaksanya berangkat pada jam yang sangat tidak menyenangkan ini.

Vivin ditugaskan untuk mengantarkan sebuah paket ke sebuah gudang tua di ujung kota. Perjalanan ke sana memerlukan waktu sekitar setengah jam, dan satu-satunya jenis angkutan umum yang tersedia adalah bis bertingkat yang sudah tua dan jalannya lambat.

Setelah menunggu lama, akhirnya bis itu muncul. Vivin pun naik. Hanya Ada beberapa penumpang saja yang terlihat. Vivin terus melangkah menuju tangga karena dia memutuskan untuk duduk di tingkat atas saja. Tetapi langkahnya dihentikan oleh seorang nenek keriput yang duduk di dekat tangga.

Nenek itu berkata,"Jangan naik ke atas, nak. Di atas berbahaya." Vivin terkejut. Dia pernah mendengar kisah-kisah menyeramkan tentang bis bertingkat seperti yang pernah diceritakan teman-temannya. Karena Merasa ngeri, Vivin pun mengurungkan niatnya untuk naik ke atas. Setelah memilih sebuah bangku yang agak jauh, Vivin duduk sambil membayangkan hal-hal yang mengerikan yang mungkin terjadi.

Perjalanan 30 menit yang menegangkan itu pun akhirnya dapat dilalui. Vivin telah sampai di tempat tujuannya, ketika bis bertingkat itu berhenti di sebuah halte. Vivin turun sambil menarik nafas lega, sementara bis itu kembali melanjutkan perjalanannya.

Keesokan malamnya, satu malam sebelum malam Imlek, Vivin kembali Ditugaskan bossnya untuk mengantarkan sebuah paket lagi ke gudang yang sama. Vivin pun kembali berangkat menuju halte. Bis yang sama dengan bis yang kemarin muncul lagi. Vivin naik.

Penumpang bis yang terlihat hanya beberapa orang saja. Vivin lalu berjalan menuju tangga. Tetapi di sana Vivin kembali dihentikan oleh seorang nenek keriput yang duduk di dekat tangga. Nenek yang sama dengan yang kemarin.

Nenek itu berkata,"Jangan naik ke atas, nak. Di atas berbahaya." Vivin teringat dengan pengalamannya kemarin. Ia merasa takut dan memilih untuk duduk di sebuah bangku yang agak jauh dari tangga. Setelah 30 menit, bis bertingkat itu akhirnya berhenti di halte tempat tujuan Vivin. Vivin turun dengan perasaan lega. Dan bis itu pun melanjutkan perjalanan kembali.

Keesokan harinya, tepat pada malam Imlek, Vivin kembali diberi tugas Oleh bossnya untuk mengantarkan sebuah paket lagi ke gudang yang sama Dengan sebelumnya. Vivin menunggu bis di halte sambil melihat kesekelilingnya.

Suasana kota terlihat meriah. Lampion dan hiasan berwarna warni Menghiasi sudut-sudut jalan. Ketika bis bertingkat yang ditunggunya datang, Vivin naik. Bis itu adalah bis yang sama dengan yang kemarin.

Vivin melihat ke arah bangku di dekat tangga, dan benar saja, nenek yang sama dengan yang kemarin terlihat duduk di situ.

Vivin lalu mendekati nenek keriput itu.

Sebelum nenek itu berkata apa-apa, Vivin mendahuluinya, "Nek, apapun Yang akan Nenek katakan, saya tetap akan naik dan duduk di atas. Malam ini adalah malam Imlek dan suasana kota begitu meriahnya, saya tidak takut akan sesuatupun!"

Tanpa menunggu jawaban apa-apa dari nenek tua itu, Vivin lalu naik ke atas. Tidak ada penumpang satu orang pun di atas. Vivin memilih untuk duduk di dekat jendela, dan menunggu dengan perasaan tegang.

Tetapi hingga 30 menit berlalu, tidak terjadi apa-apa. Akhirnya Vivin sampai di tempat tujuan, dan bis itu berhenti di sebuah halte. Vivin turun dari tingkat atas dan mencari si nenek keriput didekat tangga.

Setelah bertemu, lalu Vivin bertanya, "Nek, kenapa sih, Nenek melarang penumpang untuk naik ke atas? Saya sudah mencoba sendiri, ternyata di atas tidak ada apa-apa yang membahayakan. Sebenarnya ada apa sih, nek?"

Sambil menunjukkan jarinya ke atas, nenek keriput itu menjawab, "Di atas berbahaya, nak. Tidak ada supirnya."




khanzavega

klik untuk selengkapnya..

Kekasihku Maafkanlah Aku

Cerita ini merupakan cerita tentang kehidupan seorang gadis muda bernama Anita. Gadis yang saat ini berumur 26 tahun yang berparas cukup menarik walaupun tidak secantik Agnes Monica tetapi tetap saja dia seorang wanita yang cantik. Kulit kuning langsat yang cenderung bewarna putih membuatnya semakin terlihat lebih menarik dibanding teman sekantornya.
Tinggi badannya 155 cm dengan berat badan 47 kg memang bukan ukuran yang pas, walaupun bertubuh relative pendek untuk ukuran proporsional tetapi penampilan dan wajahnya sudah menghapus seluruh kesan itu. “Anita…hai Anita. Tunggu aku!” seru seorang perempuan dari belakang yang kemudian berlari-lari mengejar Anita yang kala itu memang sedang terburu-buru masuk kedalam kantor. Anita berkantor disebuah perusahaan swasta asing yang terletak di kota Solo. Dia menjadi staff junior di perusahaan itu.
“Hu…uh. Cepat amat sih langkahmu.” Gerutu temannya yang bernama Elisa yang biasa dipanggil Lis atau Elis.
Anita tertawa, “Sorry, aku takut kalau telat absen. Kemaren khan ada karyawan yang sempat kena semprot bos gara-gara telat 5 menit.” Jelas Anita yang kemudian mengambil kartu absennya.
Eisa tetap cemberut, “Halah…alas an aja nih. Lagipula tuh anak khan di semprot gara-gara telatnya selama 1 bulan nonstop. Wajar lah.” Balas Elisa tak mau kalah. Anita hanya terdiam sambil tertawa kecil melihat tingkah teman satu levelnya itu cemberut.
“Eh Nit. Kabarnya kamu sedang dekat dengan cowok yang namanya Agung, anak dari kantor sebelah.” Kata Elisa saat mereka menuju toilet untuk merapikan pakaian.
Anita sedikit kaget namun cepat menguasai keadaan, “Agus mungkin, bukan Agung, emangnya kenapa?” balas Anita sambil merapikan rambutnya di toilet kantor.
E
lisa terdiam sejenak lalu berkata lagi, “Jadi rumor itu emang benar yah? Wah bukannya kamu udah punya pacar? Tuh si Frans yang pernah kamu kenalin ke aku itu khan pacar kamu.” Tukas si Elisa.
Anita sekarang yang terdiam. “Dekat khan bukan berarti pacaran Lis. Kami dekat cuman sebagai teman kok. Lagipula dia teman curhat yang menyenangkan bagiku. Walaupun baru 2 bulan kenal tapi sudah enak diajak curhat.” Sahut Anita berusaha membela diri.
Elisa manggut-manggut dan nampaknya sudah tidak meneruskan perihal hubungan temannya itu dengan pria lain, walaupun didalam hatinya mungkin dia tidak percaya akan alasan yang dikemukakan Anita.
Sore harinya saat mereka pulang kerja, tampak seorang pria sudah siap menjemput Anita dengan motor bebeknya di halaman perkir kantor. “Nit. Ayo!” ucap pria itu yang ternyata bernama Agus, karyawan yang kerja di kantor sebelah kantor tempat Anita dan Elisa bekerja. Elisa yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala.
Didalam hatinya dia pasti berpikir kenapa pria itu selalu menjemput Anita tiap pulang kantor jika tidak ada apa-apa diantara mereka.
Didalam perjalanan pulang, Agus mengatakan kepada Anita bahwa dia harus ke Jogja besok malam karena ada urusan kantor yang harus diselesaikan, kebetulan Agus ini memang sering dinas keluar tiap akhir pekan. Anita mengangguk mengerti.
“Gimana kalo kamu ikut aku aja ke Jogja. Besok khan hari Sabtu, kamu khan libur. Malamnya kita bisa jalan-jalan.” Agus menawarkan untuk melewatkan malam minggu bersamanya.
Anita agak ragu, “Nggak usah lah mas. Gak enak kalo diliat orang.” Dia mencoba mengelak dengan alasan sekenanya.
Namun Agus tidak menyerah sampai disitu saja.dia terus melancarkan rayuannya kepada gadis cantik ini. “Emang siapa yang tahu? Lagipula kalau yang lain tahu juga emang ada apa? Toh kita khan gak ganggu mereka Nit. Kamu ikut aja yah.” Rayu pria ini lagi,
Anita berpikir lagi mencoba untuk menolak ajakan Agus namun dalam hati dia juga ingin untuk jalan-jalan bersama pria ini, sejujurnya dia tidak peduli karena dia tahu kalau hubungan mereka berdua hanya sebatas teman dekat, namun karena dia sudah berkomitmen dengan Frans, mau tak mau dia juga harus menjaga diri agar tidak terjadi sesuatu yang nantinya membahayakan komitmen mereka tersebut.
“Aku tahu kalo kamu sebenarnya juga ingin ikut tapi takut kalau ntar pacarmu tahu. Kita khan gak ngapa-ngapain Nit. Nyantai aja lagi. Lagipula kamu khan udah lama pengen ke Jogja tetapi tidak pernah kesampaian soalnya pacarmu jauh. Lah kalau nungguin dia ngajak kamu kan kelamaan Nit. Udah sekali ini aja khan. Kamu khan juga butuh hiburan, kalau di kost terus juga bakalan bosan.” Bujuk Agus kepada Anita.
Anita akhirnya setuju walaupun dalam hatinya masih tersimpan keraguan yang mengganggu batinnya. Dia memang belum tahu kalau keputusannya ini akan berdampak besar nantinya.
Hari berikutnya tepat jam 2 siang, Agus menjemput Anita dengan motornya. Di sekilas memandang Anita dalam-dalam yang saat itu mengenakan jaket warna pink. Dia terlihat manis sekali dengan rambutnya yang sebahu itu.
“Ayo. Kamu udah siap khan?” tanya Agus kepada Anita sambil memegang-megang tas punggung kecil Anita. “Bawa apa aja emangnya?” tanyanya lagi.
Anita cumin tersenyum kecil, “Ada aja. Yuk kita jalan sekarang! Ntar kamu terlambat lagi.” Sahutnya.
Lalu mereka berdua berboncengan menuju kota gudeg Jogja.sekitar jam 4 sore mereka sampai di kantor yang dituju oleh Agus. Setelah menunggu selama 30 menitan akhirnya urusan kantor selesai, ternyata Agus hanya ditugasi untuk menandatangani berkas dan melakukan pengecekan terhadap kondisi pengiriman barang, maklum dia memang bekerja di perusahaan distribusi.
“Nah sekarang kita kepantai aja yuk, mumpung masih sore.” Kata Agus lalu menggandeng Anita untuk menuju pantai dengan motornya lagi.
Detik demi detik berlalu, tak terasa sudah malam menjelang. Anita masih merasakan ke asyikan deburan ombak yang menjemput kakinya, berlarian dan bercanda dengan Agus di pantai. Sekarang mereka sudah berada di kawasan Malioboro, setelah makan malam mereka menyusuri jalan Malioboro untuk mencari baju dan cinderamata khas Jogja. Tampak senyum riang nampak dari bibir Anita yang merah muda itu. Gadis ini benar-benar menikmati tiap detik yang dia rasakan kala itu, sejenak stress beban pekerjaannya tiba-tiba lenyap berganti dengan kesenangan.
“Wah udah malam nih. Kita pulang aja sekarang yah mas.” Ajak Anita kepada Agus. Lalu Agus menyetujuinya walaupun dia sebenarnya masih ingin berjalan-jalan ditempat itu.
Saat Agus mencoba menyalakan motornya, ternyata motor tersebut tidak mau menyala. Setelah berulang kali pria ini mencoba tetap tidak berhasil. “Maaf yah Nit motorku tidak mau menyala nih. Atau gini aja, kamu aku antar pakai becak ke halte bus terdekat lalu kamu pulang sendiri ke Solo, aku mau mencari bengkel yang buka didekat sini biar motorku diperbaiki.” Kata Agus kepada Anita yang nampak sudah gelisah.
“Hah. Lho nanti mas Agus kalau gak ketemu bengkelnya gimana?” sahut Anita tidak enak terhadap pria ini.
“Yah paling nginep sini Nit. Mau gimana lagi. Aku khan nggak mungkin meninggalkan motorku disini. Kalau sampai hilang khan bisa kacau.” Kata Agus sambil berusaha menyalakan motornya lagi.
“Ya udah kita tungguin bersama aja. Aku gak tega ninggalin mas Agus sendirian disini lagipula aku khan tadi juga ikut bagian senang-senangnya, masa bagian susahnya aku gak mau tahu.” Tukas Anita tetapi tetap saja dia gelisah sambil mencari alternatif lainnya.
Sampai akhirnya pukul 9 malam mereka tidak menemukan bengkel didekat tempat itu.
Lalu Agus mengatakan kalau sebaiknya mereka mencari tempat untuk menginap saja karena sudah malam dan tidak baik jika harus duduk-duduk tidak jelas di pinggir jalan. Dengan berat hati akhirnya Anita menyetujuinya dan jadilah mereka berdua mencari tempat penginapan yang murah didekat tempat itu. Agus mengatakan akan masuk duluan untuk mencari tahu apakah masih ada kamar kosong ketika mereka menemukan sebuah penginapan. Setelah 4 kali mencoba akhirnya mereka menemukan sebuah penginapan yang masih memiliki kamar kosong.
“Nit. Disini ada kamar kosong, tapi karena malam minggu maka kamar yang kosong cumin satu aja. Gimana nih?” Agus menjelaskan kalau selain di penginapan itu tidak ada penginapan lain yang kosong.
“Hah. Trus gimana donk. Masa kita harus nginep sekamar berdua mas?” Anita bertambah panik saja. Dia takut kalau terjadi sesuatu walaupun selama ini Agus selalu menjaga tingkah lakunya dihadapan Anita. “Tempat tidurnya ada berapa?” tanyanya lagi.
Agus mendekat, “Nah itulah yang jadi soal, tempat tidurnya tinggal satu tapi besar. Mau gimana lagi, kita udah kemana-mana nyari tapi tidak ketemu yang bagus. Lagipula sekarang sudah terlalu malam untuk keluyuran, dari pada nanti dijalan kenapa-kenapa khan kita juga yang repot.” Sakut Agus mencoba menenangkan Anita, dia tahu kalau teman perempuannya itu kebingungan.
Akhirnya walaupun dalam hatinya Anita rikuh dan tak mau tapi karena tidak ada jalan lain mereka mau tak mau menginap satu kamar juga di Jogja. Kamar yang mereka inapi hanya seukuran 3x4 meter dengan kamar mandi dalam yang kecil namun cukup bersih karena terawat. Tempat tidur ukuran besar cukup untuk menampung tubuh 3 orang, sepertinya Anita bisa bernafas sedikit lega karena dia tidak perlu berhimpitan dalam hal tidur bersama dengan temannya itu.
“Nit aku mandi dulu yah?” kata Agus yang kemudian menuju ke kamar mandi didalam kamar itu selang sejenak kemudian terdengar suara deburan air yang diiringi dengan siulan suara Agus, terlihat riang sekali. Dalam hati Anita geli juga melihat kelakuan Agus temannya itu.
Setelah selesai mandi kemudian Agus mempersilakan Anita untuk giliran mandi. Dara cantik ini membuka pakaiannya satu demi satu didalam kamar mandi, tak butuh waktu lama akhirnya dia telanjang bulat didalam kamar mandi tersebut. Buah dadanya yang putih mulus sedikit demi sedikit tersiram air dingin kamar mandi tersebut.
Segar rasanya setelah capek seharian jalan-jalan akhirnya dia dapat melepas penatnya dengan guyuran air yang menyegarkan itu. Saat dia akan menggapai pakaiannya di gantungan baju, tiba-tiba gantungan tersebut copot dan seluruh bajunya basah semua jatuh kelantai kamar mandi. “Aduh!” pekik Anita kaget dan panik.
Agus dari luar menyahut, “Ada apa Nit? Kamu nggak apa-apa khan?” serunya dari luar kamar mandi.
“Gantungan bajunya copot, pakaianku jatuh kelantai dan basah semua nih. Gimana dong?” Anita panik karena pakaian gantinya sudah basah waktu digunakan dipantai tadi dan penuh pasir, jelas tidak mungkin untuk digunakan. Sementara pakaian yang sekarang jauh lebih basah lagi dan tidak mungkin juga untuk digunakan.
“Kamu pakai handuk dulu aja. Kotor nggak? Kalo Cuma basah kita tunggu sampai kering dulu, dijemur di gantungan luar dibalik pintu kamar kita.” Kata Agus mencoba menenangkan.
Anita mau tak mau dia mengikuti saran dari Agus karena kalau dia nekat yang terjadi malah dia bakalan kedinginan dan terancam masuk angin nantinya. Akhirnya walaupun dengan terpaksa, Anita menggunakan handuk besar untuk menutupi tubuh telanjangnya yang setengah basah itu. Untungnya handuk tersebut cukup besar untuk menutupi tubuh bugilnya, walaupun bagian bawahnya mepet dan memperlihatkan separuh paha mulus putihnya sementara bagian atas hanya menutupi bagian payudaranya saja sementara bagian atas payudaranya masih terbuka. Dengan rikuh akhirnya dia berjalan keluar, Agus yang melihat pemandangan itu berusaha untuk menutupi rasa malunya terhadap Anita.

Beberapa saat kemudian Anita menggantungkan pakaiannya yang basah itu ke gantungan baju dibalik pintu kamar mereka. Malu juga baginya ketika menjereng celana dalam dan bra miliknya yang satu set bewarna merah bergaris hitam itu didepan Agus.
Lalu Anita duduk disebelah Agus dan mencoba memulai percakapan walaupun akhirnya mereka berdua sama-sama rikuh. Setiap kali pandangan Anita menuju ketempat lain, Agus sesekali mencuri pandang ke arah tubuh molek Anita terutama di bagian paha putihnya yang sedikit tersingkap karena duduk dan dibagian dadanya.
Obrolan mereka lama-lama merembet keurusan yang lebih pribadi termasuk saat Agus menceritakan kalau dia barusaja putus dengan gadis yang telah dipacarinya selama 3 tahun. Dia merasa dikhianati karena ternyata gadis yang dipacarinya itu telah dijodohkan oleh orang tua sang gadis untuk menikah dengan seorang eksekutif muda yang lebih mapan hidupnya dibandingkan dengan Agus sendiri.
Anita mencoba menghibur Agus sekaligus merasa simpatik dengan penderitaan cinta yang Agus alami saat itu. Kemudian gadis ini gentian bercerita tentang kekasihnya yang bernama Frans. Mereka telah berpacaran selama 5 tahun sejak mereka pertama kuliah hingga lulus dan sekarang Anita bekerja di perusahaan yang sekarang, sementara Frans bekerja di Jakarta sebelum akhirnya dipindah ke Surabaya. Dengan jarak yang jauh itu membuat komunikasi mereka berkurang drastic, dulu yang waktu masih pacaran mereka masih bisa setiap hari bertemu, sekarang sudah tidak dapat lagi.
Sesekali terjadi pertikaian antara mereka berdua karena sikap keduanya yang kadang tidak mau mengalah satu dengan lainnya. Anita ingin selalu diperhatikan semetara Frans sendiri terbilang sibuk dengan pekerjaannya 6 hari seminggu dari pagi hingga menjelang malam. Sementara Anita sendiri yang jam kerjanya lebih longgar kadang kala juga malas memulai menghubungi Frans kekasihnya karena ada saatnya dia menginginkan untuk dihubungi lebih dulu. Setidaknya dengan cara seperti itu membuatnya menjadi merasa lebih diperhatikan oleh Frans.
3 bulan terakhir ini memang Frans jarang menhubungi Anita walaupun hanya sebatas telepon atau SMS. Anita sendiri kadang merasa kesepian dengan menghilangnya Frans dari kehidupannya karena dia sangat mencintai pria tersebut. Bahkan di telepon terakhir mereka berdua bertengkar cukup hebat karena Frans menganggap Anita sudah tidak mempunyai waktu untuknya karena selalu tidak mengangkat telepon darinya selama hari-hari terakhir ini padahal Anita sendiri saat itu memang sedang tidak dalam kondisi dapat menerima telepon dengan leluasa karena bekerja, mandi ataupun sedang keluar dengan teman. Hasilnya Frans malah menuduh Anita ada main dengan pria lain sementara Anita sendiri yang merasa sakit hati mendengar tuduhan itu membalas dengan tidak kalah kerasnya, dia sendiri juga menganggap Frans sudah tidak perhatian lagi padanya karena tidak pernah ada waktu untuk ke kota tempat dia bekerja sekarang sekedar untuk mengunjunginya, terakhir dia berkunjung adalah satu setengah bulan yang lalu.
Hasil akhir dari pertengkaran itu adalah sebuah kerugian bagi keduanya. Baik Frans maupun Anita sama-sama tidak mau mengalah satu dengan yang lain sampai pada akhir percakapan telepon itu.
Anita lalu menitikkan air mata walaupun dia berusaha untuk tidak menangis dihadapan temannya itu kala menceritakan perihal pertengkarannya dengan sang pacar. Namun air mata dara cantik ini terus menetes berderai membasahi pipinya yang putih merona merah itu. Agus-pun langsung membelai rambut Anita sembari memberikan kata-kata penghiburan bagi temannya itu.
Anita menoleh kearas Agus sambil tersenyum, “Maaf ya mas. Aku malah jadi cengeng gini.” Ucap Anita perlahan sambil berusaha menahan tangisnya.
Agus tersenyum sambil memegang tangan Anita dan memainkan jari-jari lentik gadis ini. “Udahlah. Tidak apa-apa lagi Nit. Wajarkan kalau lagi sakit hati terus nangis, itu bukan cengeng kok…lumrah.” Katanya mencoba menghibur Anita.
“Makasih yah mas udah mendengarkan curhatku. Aku nggak tahu harus membicarakan sama siapa lagi karena di keluargaku tidak ada yang bisa diajak ngomong.
Di kantor aku juga tidak leluasa untuk berbicara walaupun dengan Elisa.” Kata Anita sambil menyapu air mata dari pipinya.
Agus tertawa kecil, “Nggak apa-apa lagi Nit. Daripada nanti disimpan dalam hati bisa jadi penyakit. Hehehe…” kata Agus lagi.
Anita merengut, “Kok malah tertawa sih…jahat.” Gadis cantik ini mulai sedikit merajuk manja. Walaupun dimatanya tingkahnya itu hanya bermaksud menganggap Agus sebagai kakaknya karena usianya lebih tua tetapi dimata Agus tingkah Anita itu telah membuat hatinya berdebar kencang.
Anita kemudian mencubit pinggang Agus dengan gemasnya karena tawa Agus barusan, sementara pria itu berusaha menghindar dengan terus tertawa kecil seolah menertawakan Anita. Saat keduanya asyik bercanda, tanpa sadar handuk Anita terlepas ikatannya dan saat itu posisi Anita tepat berhadapan dengan Agus diatas ranjang besar itu.
Kontan saja buah dada Anita langsung terpampang jelas didepan Agus. Buah dadanya yang putih mulus dengan puting bewarna coklat muda itu telah sedikit mengeras mungkin karena hawa dingin. Agus sendiri terkesima dengan pemandangan syur didepannya itu.
Anita berteriak dan bergegas mengangkat handuknya untuk menutupi tubuh bugilnya namun kedua tangannya keburu dicekal tangan Agus. Seolah tak percaya, pandangan
Anita menatap lurus ke mata Agus, dimana pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah Anita dan beberapa detik kemudian bibirnya mendarat di bibir mungil Anita dengan mesranya. Tangan yang sebelumnya mencekal tangan Anita sekarang sudah berganti memeluk tubuh Anita dengan melingkarkan salah satu tangannya dibalik punggung gadis cantik ini sementara tangan satunya masih mencekal tangan Anita.
Anita berusaha untuk menyadarkan dirinya dan memberontak tetapi entah kenapa tenaganya seolah-olah hilang ditelan malam. Bahkan dia membiarkan bibirnya dipagut oleh bibir Agus yang dia anggap sebagai temannya itu sementara itu tangan pemuda ini entah disengaja atau tidak bersenggolan dengan payudara Anita yang menggantung bebas itu.
Seolah sedang tersengat aliran listrik, dia tersadar. “Mas. Jangan aku sudah punya pac…ufff.” Belum sempat Anita meneruskan kata-katanya, mulutnya sudah disumpal dengan ciuman dari Agus lagi. Kali ini tangan pemuda itu sudah berani menyentuh payudara Anita dan meremasnya dengan penuh nafsu. Hilang sudah sopan santun yang selama ini dia jaga didepan sang gadis itu.
Sedikit demi sedikit perlawanan Anita goyah juga. Masih dalam posisi duduk ditengah ranjang itu akhirnya dia membiarkan tubuhnya menjadi obyek pelampiasan seksual Agus. Anita mulai membalas ciuman dari Agus dan mereka berdua saling melumat bibir satu sama lain. Terang saja Agus menganggapnya sebagai lampu hijau dan lebih berani meneruskan aksinya. Kali ini dia sudah menggunakan kedua tangannya untuk meremas-remas payudara Anita.
Gadis ini sebelumnya berusaha menyingkirkan tangan Agus dari dadanya namun sekarang malah seolah meminta agar Agus lebih agresif dalam meremas payudaranya yang indah itu.
Agus lalu mencopoti seluruh pakaiannya termasuk celana dalamnya sehingga mereka berdua benar-benar bugil seluruhnya.
Anita terkesiap melihat penis Agus yang besar, selama ini dia hanya sekali melihat penis secara langsung yaitu penis pacarnya Frans tiap kali mereka peting dikamar kost sewaktu mereka masih kuliah. Walaupun peting tapi keduanya belum pernah melakukan hubungan intim karena Anita selalu mencegah Frans tiap kali pemuda itu berusaha memasukkan batang kejantanannya ke dalam vagina Anita. Saat itu dia menganggap penis Frans sudah besar dan membuatnya merinding tetapi setelah melihat milik Agus membuatnya menjadi berpikir lain. Batang kemaluan Agus memang sedikit lebih lebar diameternya tetapi yang jelas lebih panjang dari Frans setidaknya sekitar 3-4 centimeter lebih panjang walaupun tidak sekeras milik Frans.
Agus lalu mengarahkan Anita untuk tiduran sementara dia meninduh dara cantik ini untuk menciuminya, mencumbunya habis-habisan. Seluruh tubuh Anita tak ada yang luput dari ciuman, kecupan, jilatan lidah Agus tentu saja yang utama adalah payudaranya yang putih mulus itu. Buah dada Anita berukuran 34 B memang tidak terlalu besar namun proporsional dan kencang, bentuknyapun menggairahkan.
“Akhhh…mas.” Desah Anita tiap kali puting susunya terkena jilatan lidah Agus ataupun kuluman bibir pria itu. Tubuh Anita dibuat kelojotan oleh serangan tanpa henti dari Agus yang membombardir tubuh dara manis itu dengan rangsangan birahi.
Agus lalu sedikit tersentak ketika dia merasakan batang kemaluannya aneh. Ternyata tangan lentik Anita sudah menggenggam batang penis Agus yang sudah menegang dan berliur itu dan kemudian mengocoknya perlahan. “Kok kamu udah ahli Nit? Udah sering yah gituan?” goda Agus sambil mempermainkan puting susu Anita.
Anita hanya tersenyum kecil sambil malu-malu. Mendapat cumbuan tanpa henti dari Agus membuatnya mengalami orgasme. Kedua pahanya mengempit salah satu paha kaki Agus dengan erat dan kemudian keluarlah sedikit cairan cinta dari dalam vagina gadis ini. Anita menjadi malu karena dia telah menunjukkan suatu reaksi yang seharusnya hanya diperlihatkan pada pasangan resminya, setidaknya sejauh ini hanya Frans yang pernah melihat hal ini.
Agus lalu menuju kebagian bawah tubuh Anita dan mencoba membuka paha gadis cantik itu. “Mas jangan. Aku masih perawan.” Cegah Anita ketika penis Agus sudah digesek-gesekkan diantara bibir luar vagina Anita.
“Kamu masih perawan? Kukira kamu udah pernah Nit. Maaf yah…aku nggak tahu.” Kata Agus yang kemudian mengurungkan niatnya untuk melakukan penetrasi.
Anita yang melihat raut muka kecewa Agus merasa tak tega karena dia tahu kalau pria itu sudah menahan rasa gairah untuk menggapai kepuasannya. Akhirnya Anita melakukan keputusan yang benar-benar tidak dipercayai bahkan oleh dirinya sendiri. Dia mendekati Agus yang masih dalam posisi terlentang disampingnya lalu meraih batang kemaluan pria tersebut dan memasukkan kedalam mulutnya. Anita melakukan oral seks/ blow job kepada Agus yang selama ini hanya dia anggap sebagai teman biasa.
“Nit.” Agus terkesiap dan berusaha bangkit keposisi duduk perlahan. Dia tak menyangka kalau gadis itu bakalan mengoral batang penisnya tersebut. Anita sendiri selama ini hanya pernah melakukan blow job kepada Frans kekasihnya.
Dengan perlahan dan telaten, Anita memaju mundurkan bibirnya untuk memblow job penis Agus yang besar panjang itu sambil sesekali tangannya mengocok pelan pangkal batang kemaluan pria tersebut atau membelai lembut kantong zakarnya.
Agus belingsatan mendapatkan mouth service dari Anita ini, apalagi ketika lidah dara manis itu melibas ujung kemaluannya yang sudah berliur itu. Agus tak dapat menahan diri lagi untuk mendesah. Dia tak tahan mendapatkan perlakuan istimewa ini dari gadis yang baru dikenalnya selama 2 bulan ini.
Saat Anita sedang berkonsentrasi untuk memuaskan Agus dengan melakukan oral seks kepada penis pria tersebut, terdengar suara SMS masuk dari handphone-nya. Dia sekilas melihat ke HP tersebut yang tergeletak diatas ranjang tempat dia mencapai kepuasan bersama pria selingkuhannya itu.
Tetapi pandangannya kembali menuju ke Agus yang sudah berlutut dihadapannya ketika penis pria itu masih dalam mulut mungilnya. Agus mendesah agak keras lalu kedua tangannya menekan kepala Anita agar lebih melesakkan batang kemaluannya kedalam rongga mulut Anita. Tubuhnya mengejang keras dan Anita tahu benar kalau itu tanda-tandanya bahwa seorang pria akan mencapai orgasmenya, dia lalu berusaha mencabut penis Agus yang masih dihisapnya lalu tepat saat penis itu keluar, dari ujung penis Agus keluar muntahan laar kenikmatan yang cukup banyak memancar membasahi payudara Anita. Cairan sperma Agus menutupi buah dada Anita dalam sekejap bahkan ada beberapa tetes yang sempat keluar di dalam mulut Anita ketika gadis itu berusaha melepaskan penis Agus dari dalam mulutnya.
Beberapa saat kemudian mereka berdua terjatuh rebah terlentang diatas ranjang besar itu. Agus masih menikmati rasa kenikmatan yang beru saja dia capai bersama dengan Anita. Sementara itu Anita berusaha melupakan kalau dia baru saja menelan cairan sperma Agus walaupun jumlahnya sangat sedikit. Bahkan dia masih sempat mengocok penis pria itu secara spontanitas sehingga penis itu kembali menegang.
Entah setan apa yang merasuki Agus, tiba-tiba pria itu kembali menindih tubuh mungil Anita. Anita yang sudah lemas karena melakukan oral seks selama hampir setengah jam sudah tidak punya tenaga untuk melawan. Dia berusaha protes dari mulut tetapi tidak ada gunanya. Sepertinya Agus sudah menginginkan kepuasan dari lubang lainnya yang ada ditubuh Anita.
Dia sadar apa yang akan dilakukan Agus kepadanya ketika kedua pahanya berhasil dibuka oleh Agus yang kemudian mengarahkan batang kemaluannya yang panjang itu kearah vagina Anita. Batang penis itu lalu membelah bibir vagina Anita yang diiringi dengan rintihan Anita menahan rasa sakitnya.
Penis itu mengalami hambatan ketika berusaha menyeruak rongga vagina Anita lebih jauh lagi. Hanya separuh batang kemaluan itu yang berhasil bercokol didalam liang kewanitaan Anita karena memang vagina gadis ini masih sangat sempit. Anita meringis menahan rasa sakit yang hebat ketika Agus kembali melesakkan penis besarnya kedalam vagina sang gadis.
“Masss…sakit! Udah mas! Hentikan, aku masih perawan mas…” seru Anita namun tidak digubris oleh Agus lagi. Bahkan pria itu lebih keras merobek selaput dara vagina Anita dengan penis panjangnya.
Setelah beberapa menit berusaha, akhirnya Agus berhasil juga melesakkan seluruh penisnya kedalam vagina Anita. Dia lalu mengatur nafasnya dan menghimpun tenaganya lagi lalu mendekap tubuh mungil Anita yang dia tindih.
Anita sadar kalau dia sudah tidak perawan lagi ketika Agus berhasil menjebol seluruh pertahanannya dan merobek selaput dara miliknya. Keperawanan yang selama ini dia jaga bahkan dari pacarnya yang dia cintai sekalipun telah direngut oleh teman yang baru dia kenal selama 2 bulan, ironisnya dia sendiri tak mampu menolak dan mencegah hal itu terjadi.
Air mata Anita meleleh membasahi pipinya yang sudah sedikit basah keringat itu. Terbersit rasa bersalah dari dalam diri Agus namun apa daya, dia sendiri tidak mampu menahan hawa nafsunya. Rasa bersalahnya pupus ketika dia merasakan sensasi luar biasa dari penisnya yang kala itu sudah berada didalam liang vagina Anita. Batang kejantanan kebanggaannya itu sekarang terasa seperti dipijat-pijat lembut oleh denyut vagina Anita dan itu membuatnya merasakan sensasi kepuasan tiada tara walaupun dia belum mencapai orgasmenya di vagina gadis itu.
“Maaf ya Nit. Aku sudah tidak tahan lagi tadi. Aku tidak akan menyia-nyiakan kamu, aku janji.” Kata Agus lalu dia mulai memompa tubuh Anita yang sudah lemas tak berdaya. Anita hanya dapat melihat raut muka Agus yang keenakan ketika pria itu menyodokkan penisnya terus menerus kedalam vaginanya.
Selang beberapa menit kemudian terdengar suara handphone Anita yang berdering, tanda ada telepon masuk. Walaupun sudah ditolak berulang kali oleh Agus tetapi tetap saja telepon itu kembali berdering. Karena takut kalau HP dimatikan bakal mengundang kecurigaan karena panggilan sebelumnya sudah ditolak/reject, maka Agus menyerahkan HP tersebut kepada Anita. “Mending diterima saja Nit. Biar nggak dicurigai. Nanti kamu yang repot kalo sampai ada yang curiga.” Kata Agus memberikan alasan.
Anita yang kala itu masih dalam keadaan shock karena keperawanannya telah hilang tidak dapat berpikir jernih lagi lalu tanpa piker panjang dia menerima panggilan masuk itu tanpa melihat nomor siapa yang tertera di layar panggil.
“Halo. Nit, kok tadi nggak diangkat sih? Kamu masih marah sama aku?” Anita bagai tersambar petir, ternyata itu adalah suara Frans kekasihnya. Sementara itu tubuhnya sedang disetubuhi oleh Agus ketika menerima telepon dari Frans, bahkan Agus seperti tidak menahan diri dengan terus memompa penisnya diliang kewanitaan gadis yang ditindihnya itu.
“Nit. Kok kamu nggak menjawab? Eh tadi aku SMS juga lho. Blom kamu buka yah?” Frans menghujaninya dengan pertanyaan dengan nada saying, jauh berbeda ketika terakhir mereka bercakap-cakap dengan telepon dimana keduanya sama-sama melontarkan kata-kata dengan nada yang tidak enak didengar.
Anita sesenggukan dan tidak dapat berkata-kata karena dia sadar kalau dia sekarang sedang mengkhianati pacar yang sejatinya sangat dia cintai. Apa reaksi Frans jika pacarnya itu mengetahui kalau saat pacarnya itu sedang menelepon dirinya, ternyata sang kekasih hati sedang didalam tindihan pria lain yang sedang menggaulinya setelah merengut keperawanan yang selama ini begitu dijaga. Ironisnya lagi Anita tidak memberikan perlawanan maksimal dan cenderung membiarkan hal itu terjadi.
Anita merintih ketika penis Agus melesak entah untuk yang keberapa kalinya, tapi kali ini lebih brutal. Sepertinya Agus sudah akan mencapai fase orgasme dan mempercepat pompaannya pada vagina Anita. “Nit, aku mau keluar lagi…akhhh…” desah Agus sedikit keras. Dan begitu selesai desahan Agus itu terdengar, sedetik kemudian tubuh pria itu mengejang lagi dan dari ujung kejantanannya kembali menyembur sperma kental yang membasahi relung kemaluan Anita. Agus lalu ambruk diatas tubuh Anita yang kala itu masih memegang HPnya menerima telepon dari Frans.
“Halo Nit. Tadi suara apa?” tanya Frans lagi. Anita kembali meneteskan air matanya yang sudah mulai mengering. Dia lalu memutuskan panggilan telepon itu dan mematikan HP miliknya itu. Dia kembali dalam kesadarannya sambil merasakan perih di liang kemaluannya dimana penis Agus masih bersarang didalamnya, dia menatap wajah dan tubuh pria yang kala itu masih tengkurap menindih tubuh telanjangnya. Dia masih tak percaya kalau dia mampu melakukan ini semua.
Tangannya lalu meraba kearah bibir vaginanya yang sekarang sudah berubah bentuknya seiring dengan lesakan tonggak terlarang milik pria yang notabene berukuran besar dan panjang. Dia melihat cairan merah darah, darah keperawanannya ketika selaput daranya robek oleh sodokan penis Agus, bercampur dengan cairan putih kental yang lengket hasil orgasme dari pria yang masih menindihnya itu. Dia tidak dapat berpikir apakah dia nanti akan hamil oleh benih pria ini atau tidak. Dia hanya berdoa dan berharap agar dia tidak hamil.
“Nit. Aku menyukaimu. Kalau kamu sampai hamil aku bakal bertanggung jawab Nit.” Ucap Agus menenangkan. Pria itu sejujurnya berharap agar upaya itu berhasil menenangkan hati Anita dan merebut hatinya namun dia tidak tahu bahwa Anita sangat mencintai kekasihnya. Walaupun gadis itu terlambat menyadari sebesar apa cintanya pada Frans, tetapi kala dia menyadarinya itu semua sudah terlambat, dia sudah mengkhianati cinta mereka berdua.
Jauh di Surabaya, Frans tidak dapat tidur memikirkan Anita. Dia khawatir kalau gadis itu masih marah padanya. Dia juga menyesal bahwa dia telah bertengkar dengan Anita. Dia bahkan menulis SMS kepada Anita bahwa dia akan segera mencari kerja baru di kota yang sama dengan kota dimana Anita bekerja sehingga mereka lebih sering bertemu.
Seandainya saja Anita membaca SMS itu segera setelah SMS itu masuk mungkin cerita hidupnya bakalan lain. Ahhh….seandainya saja…
Tamat

klik untuk selengkapnya..

aku dan Keinginanku

Panggil saja namaku Dewi, umurku 25 tahun, tapi aku sudah mempunyai satu orang anak laki-laki umur 5 tahun. Suamiku namanya Toni, bekerja disebuah perusahaan elektronik sebagi salaes manager. Kalau dibilang kehidupanku sangatlah lebih dari cukup. Soal diranjang, suamiku memanglah sangat bisa memuaskan aku, aku jadi terbuai setiapkali dia memperlakukan aku saat kami ngent*t. Tapi memang dasarnya aku yang hyper sex, aku selalu tergila-gila akan hal yang berbau sex, dari hal-hal yang kecil hingga kebiasaanku yang yaaahh… boleh dibilang agak sedikit eksibis, aku sangat terangsang sekali apabila ada seorang laki-laki yang memperhatikan tubuhkan yang sexy. Dadaku ukuran 36A, pinggangku yang sintal, pantatku yang padat berisi, kulitku yang putih bersih dan mulus membuat orang2 disekitarku sangat tergila-gila bila mereka berlalu didekatku.
Aku tinggal disebuah perumahan yang sederhana. Suamiku tidaklah orang yang suka meninggalkan istrinya berlama-lama dirumah. Suamiku pergi pagi, pulang sore, terkadang agak malam tapi jarang sekali ia meninggalkan aku berhari-hari karena urusan dinas keluar kota. Tapi aku yang sejak dari SMP yang sudah tergila-gila akan sex ini gak pernah puas akan permainan yang dibuat suamiku. Kalau diingat pernah sewaktu SMP, tanpa sengaja dikelasku dudukku agak sedikit terbuka, yaah… namanya juga anak SMP, masih sembarangan dalam sopan santun. Tapi hal in yang membuat aku pertama kali merasakan ada yang aneh pada diriku, aku merasa puas saat pak rudi, guru Fisikaku melihat kearah memiawku.. saat itu celanaku terasa basah, putingku mengeras… aku biarkan hal tersebut terjadi hingga pelajaran selesai. Saat itu aku belum tahu apa namanya eksibis. Sepulang sekolah aku lihat pada bagian memiawku terdapat cairan yang agak kental keluar, aku mencapai orgasme pertamaku.. tapi tidak melakukan sex… aku puas. Hal itu aku ulang kembali saat keesokan harinya aku pergi sekolah… aku yang tidur sendirian dikamar selepas mandi hendak pergi kesekolah.. aku lepaskan handuk yang melilit itubuhku. Jelas sekali aku telanjang bulat, aku sengaja membuka gorden jendela kamarku sehingga yang lewat pastilah melihat jelas apa yang aku lakukan dari dalam, aku biarkan teman2 tetanggaku melihat saat mereka berlalu lalang hendak pergi sekolah, aku berjoget ria didepan cermin tanpa mempedulikan siapa saja yang melihat dari luar sana… aku hanya membayangkan seseorang yang dengan sengaja mengintip dari balik jendela kamarku sambil mengocok tongkolnya sampai mereka puas…. Aku puas. Hal tersebut barulah aku ketahui dari seorang teman tetangga perempuanku yang sama sekolah denganku bilang padaku. ‘’Kurang ajar si andri… gak tau kamu wi kalo kamu tadi pagi diintipin sama dia… ya ampun sambil keluarin tongkolnya lagi… aku malu… kamu sih tukar baju gak tutup..’’ aku hanya geli mendengarnya.

Pernah sekali waktu saat aku pergi berenang, aku berfikir kenapa aku gak berbuat hal yang sedikit eksrim ya… biasanya aku yang berpakaian lengkap pakai kaos ketat untuk berenang dan celana pendek, kali ini aku tidak memakai pakaian dalam, alias aku tidak memakai bra dan celana dalam. Saat keluar dari kamar ganti hal tersebut m asih biasa saja bagi mereka melihatnya, tapi ini bedaa… saat aku mulai membasuhi tubuhku dengan air di pancoran kolam berenang. Putting susuku terlihat dengan jelas sekali, belahan memiawku tercetak dengan jelas disana.. orang sekitarku pada melihat kelakuanku.. aku cuek aja. Aku lalu melanjutkan kedalam kolam berenang… hal ini aku ulangi didalam air…diam2 aku melepaskan celanaku, otomatis apabila ada yang menyelam didalam air akan melihat jelas memiawku, benar saja ada 2 orang laki2 saat itu menyelam disekitarku..mereka melihat dengan jelas apa yang aku lakukan, malah aku dengan sengaja melebarkan pahaku… tapi tidak lama, aku langsung menghindar, aku gak mau dianggap terlalu gampangan.. dipojokan aku mulai masturbasi, berkhayal seolah ada seorang laki2 yang nekad mengajakku ngent*t didalam kolam, entah berapa kali aku muncrat didalam air, aku puas.
Kini, aku telah berkeluarga, tapi itu tidak berarti aku menghilangkan kebiasaan atau kesukaanku. Didepan rumahku terdapat kos-kosan anak laki-laki. Tiap pagi aku sengaja melakukan hal yang paling aku suka, sudah barang tentu hal tersebut aku lakukan setelah suamiku pergi ke kantonya. Kalau tiap pagi aku selalu memakai daster yang sangat tipis dan pendek, yang biasa aku pakai kalau aku ingin merayu suamiku kalau aku pengen ngent*t dengannya. Aku selalu membersihkan teras rumah ataupun menyapu halaman. Dengan gaya seperti orang yang tanpa sengaja, aku selalu membungkukkan menghadap belakang tubuhku kearah rumah kos-kosan tersebut, aku sudah barang tentu mendengar sedikit suara gaduh dari dalam, ada yang cengengesan, ada yang bersiul…saat itulah aku sangat terangsang. memiawku selalu basah, aku selalu mempermainkan mereka seakan-akan aku tidak tahu kalau mereka ada didepan rumahku…

Aku masih ingat hal yang paling nekad aku lakukan dulu, saat itu hamil 4 bulan, aku merasa sangat terangsang saat itu, tapi aku lagi gak mood untuk ngent*t dengan suamiku, aku harus melampiaskan sifat eksibisku ini lebih gila lagi. Aku punya ide… saat itu aku pengen memeriksakan kehamilan \ku kepada dokter kandungan… aku minta izin dengan suamiku kalau hai ini aku ingin memeriksakan kandunganku, suamiku memberi izin. Tapi aku malah mencari dokter kandungan yang laki-laki bukan perempuan. Setelah aku dipanggil ke ruangan.. aku diperiksa, namanya dokter Reza, orangnya ganteng, masih muda, tapi sepertinya dia sudah punya istri… ‘’Kandungan ibu sehat, gak ada yang perlu ditakutkan’’… disinilah aku punya ide. ‘’tapi dokter..maaf nih saya punya keluhan’’ kataku. ‘’Sepertinya dikelamin saya ini ada sedikit benjolan..’’ kataku, dokter itu mendengar..’’Bisa dokter perisa?’’ kataku seperti orang yang mempunyai keluhan yang sangat dikhawatirkan. Dokter itu sepertinya agak ragu, ‘’Hmmm… baiklah, tapi maaf sebelumnya..’’. Aku lalu disuruh untuk berbaring. Oh..ya.. sebelum bepergian aku sengaja untuk memakai celana khusus ibu hamil, hal itu aku lakukan agar aku bisa membuka semuanya bagian bawahku, sehingga dokter bisa melihat dengan jelas. Lalu dokter itu memeriksa bagian memiawku. Aku melihat gerakan tenggorokannya naik turun menahan rangsangannya. Tangannya mulai bermain di memiawku, aku merasakan sensasi yang luar biasa, mungkin dokter reza tau kalau saat tangannya menyentuh memiawku, memiawku sedikit bergerak dan pinggangku agak naik turun. Aku tau dia mulai terangsangsang, kulihat dibalik celananya mulai padat, sepertinya tongkolnya mulai menegang, tangannya terus…yah seperti orang memeriksa dan tidak, mengelus memiawku… sedikit mulai sedikit cairan orgasmeku mulai keluar… dan ya ampuuunn… mungkin aku agak sedikit malu karena aku mengeluarkan sedikit lenguhan… aaaahh… aku cepat tersadar.. ‘’Gimana dok?’’ saat kutanya dokter itu gugup, mukanya merah padam. Aku puas saat melihat dokter itu gugup. ‘’Sepertinya hal biasa, karena perut ibu mulai membesar makanya kelamin ibu seperti terlihat agak benjolan, semuanya besih kok..’’ aku menangkap ada sesuatu yang menggoda dengan kata-katanya.

Beberapa waktu lalu aku pernah melakukan lagi hal yang menurut aku paling aku sukai. Yaitu menjemu pakaian, yaah… menjemur pakaian ini aku lakukan di belakang rumahku. Tentu tidak ada orang yang lalu lalang dibelakangnya, karena tembok belakang tembok rumahku agak tinggi, tapi hal ini tidak menyurutkan keinginan aku untuk melaksanakan hal sexsualku, hal ini aku lakukan untuk menggoda tetangga baruku yang baru beberapa waktu lalu menikah. Rumahnya bertingkat, sudah barang tentu saat dia melongok dari jendela rumah tingkatnya pasti akan melihat aku hanya mengenakan celana dalam saja. Aku tahu istrinya pasti tidak ada dirumah, istrinya juga bekerja sedangkan dia bekerja dengan sistem 10/5, artinya 10 hari kerja 5 hari libur. Saat jadwal dia libur itulah aku selalu menggodanya, aku sangat jelas kalau tetanggaku ini sedang mengintipku dari balik jendelanya. Karena aku melihat ada sedikit bayangan dari gordennya. Aksi ini aku buat lebih tambah nekad lagi, aku telanjang bulat… aku masturbasi sambil berdiri.. aku kocokkan memiawku, sedangkan tangan yang satu lagi memeras susuku. Aku puas diperhatikan seperti itu… aku klimaks… aku muncrat.

Pernah sekali waktu aku bertandang kerumah tetanggaku ini… yah sekedar mengobrol antar wanitalah…sambil mengantar makanan waktu itu. Sesampainya didepan pintunya… aku ketok, tak ada jawaban.. Cuma aku mendengar suara gaduh dari dalam rumahnya… plak..plak..plak… ooohhh.. aaacchhh.. gila!! Mereka lagi ngent*t… aku sedikit agak mengintip kejendela rumahnya…mereka lagi ngent*t diruang tamu… televisi dibiarkan hidup, aku lihat film porno, sepertinya mereka lagi mempraktekkan adegan yang ada di film itu. Aku lihat tetanggaku ini lagi menyodok istrinya dari belakang, sedangkan istrinya menungging di sofa mereka. Ya ampunnnn…. tongkol suaminya terlihat jelas olehnya… besar, gemuk, panjang… dan ooohh…. Sepertinya aku ingin saja langsung masuk kedalamnya dan bergabung… tapi ini tidak mungkin terjadi. Dan sekarang, istri tetanggaku ini berada diatas bersama suaminya yang sedang duduk, yah mereka melakukan WOT (Women On Top)… Oooocchhh… kali ini tanpa sadar tanganku mulai mengocok memiawku sendiri… aku lihat penekanan memiaw itu pada batang tongkol suaminya sangat jelas… kepalanya menggelinjang ke atas dan kebawah… suaranya sangat menikmati apa yang dilakuka n suaminya.

Karena tidak tahan, aku buru2 untuk pulang, aku masturbasi dirumah sendirian, membayangkan seandainya tetanggaku itu lagi ngent*t denganku.
Sepertinya hal tersebut memang terjadi, selang beberapa hari kemudian, tetanggaku itu ditinggalkan istrinya siang untuk bekerja, sedangkan aku sendiri ditinggalkan suamiku juga siang bekerja. Klop sudah..hehehe… pintuku di ketok… aku lihat dari dalam… dari balik keca jendela rebenku…. Anto.. ya ampun.. aku sekarang lagi bugil, aku tak mau dong buka pintu langsung bugil, kesannya pasti dengan sengaja mengundang, aku langsung mengambil handuk… ya handuk yang pendek tentunya yang kalau diangkat sedikit saja sudah barang tentu terlihat memiawku… ‘’Ada apa anto’’ kataku, aku lihat matanya melirik kearah bawahku, tapi dia segera tersadar… ‘’anu mbak… mau pinjam martil, pintu rumahku rusak..’’ ‘’oo..tunggu sebentar ya’’ aku tau kalau matanya melirik kearah pantatku saat aku berpaling darinya. Aku mengambil martil yang ada dibawah laci meja kerja suamiku, sudah barang tentu harus membungkuk… aku pastikan semua yang ada dibelakangku ini terlihat jelas oleh anto, yaahh… memiawku.. aku berpaling seketika, anto gugup… aku tertawa geli dalam hati… aku kasih martil yang dipintanya, tapi tangannya tak seirama dengan matanya yang tetap menatap kearah dadaku.

Pucuk dicinta ulam tiba… saat anto mengembalikan martil….’’kamu bisa juga memperbaiki rumah?’’ tanya ku. ‘’Yah… begitulah mbak… dulu bapakku tukang… yah sedikit banyaknya anaknya sudah barang tentu bisa, kenapa mbak? Ada yang perlu di perbaiki?’’… tanyanya… wuih.. ini kesempatanku mengerjai dia. ‘’Iya nih… pintu kamar mandi yang ada di kamar kami agak berbunyi… gak tau tuh kenapa’’… kataku, tapi emang bener, pintu kamar mandi yang ada di kamar pribadi kami itu lagi rusak. ‘’ya sudah biar aku perbaiki..’’ katanya sambil aku mempersilakan dia untuk masuk ke kamarku, tapi tetap aku memakai handuk kecil yang ku kenakan tadi. Saat dia memperhatikan pintunya aku bilang…’’oh ya tak apa khan aku membereskan tempat tidurku… berantakan… malu aku..’’… ‘’gak apa2 mbak silahkan..’’. sebenarnya hal ini aku sengaja untuk menggoda dia. Aku bereskan spray tempat tidurku… sudah barang tentu agak membungkuk, dan memperlihatkan memiawku dari belakang… pastilah tongkolnya tegang… aku terus saja melanjutkan kerjaan mengganti spray tempat tidurku.. suara ketokan martilnya seperti tidak berirama lagi… aku menaaanggg…. Dalam hatiku.. selang beberapa lama suara ketokan itu tida terdengar… saat kutoleh kebelakang??? Yaaa ampun… anto sudah bertelanjang bulat… gila…tidak salah lagi kalau istrinya Arini terpekik saat tongkol suaminya masuk kedalam memiawnya. Kalau aku ukur panjangnya hampir sejengkalku, besarnya setengah pergelangan tanganku dan berurat. Sesaat aku terkesima dan menelan air ludah, tapi aku langsung tersadar, apakah dia akan memperkosaku? Antara tidak dan ya… antara mau dan menolak batinku ini, kalau aku menolak…memiawku sudah terlanjur basah…kalau aku jujur padanya, pastinya aku dianggap wanita yang tidak2. Aku berpura-pura menolak…’’Antoooo!!...jangan….’’ tak sempat suaraku menyambung kata-kata, anto langsung saja memelukku dari belakang, menunggingkanku, memegang erat tanganku dari belakang… dan Ooooccchhh… aku rasakan sensasi yan luar biasa tanpa kata dari anto, lidahnya langsung bermain di memiawu dari belakang…’’Jangan anto…aku..Ooocchh…bukan….Aaacchh….istrimu…..AAAAAccccchhh…’’ Anto seakan mengerti keinginanku kalau sebenarnya aku tidak menolak, dijilatnya, sedikit menggigit daging memiawku…menariknya… menghisapkan dalam2…menjulurkan lidahnya sangat dalam kedalam memiawku…. Oh..sialan aku langsung terangsang….suamiku belum pernah sekalipun melakukan hal seperti ini padaku karena aku tidak pernah memintanya, tapi ini?? Laki2 yang bukan suamiku berani untuk melakukan foreplay di memiawku, jilatannya sangat lembut..terkadang agak nakal dengan sedikit menggigit… dan Accchh…aku mendesah… dan oohhh my god… memiawku berdenyut.. aku orgasme… apa yang harus aku lakukan? Aku malu kalau anto tau… sudah barang tentu anto tau hal ini kalau aku menyukainya.

Tidak salah lagi…hal itu terjadi… entah mengapa saat pegangannya terlepas aku membiarkan saja diriku menungging dihadapannya.. dan bleessss…tongkol besar itu sedikit demi sedikit masuk kedalam memiawku, aku sedikit memiawik dibuatnya.. ya ampun.. sangat penuh mengisi memiawku, padat dan panjang, tidak seperti punya suamiku yang hanya besar saja tapi tak bisa mencapai kedalam titik ogasmeku… tapi ini seperti hampir tidak muat, pantas saja arini selalu berteriak saat mereka ngent*t.

Plak…plak..plak…kcpak..kcpak…seperti berjalan diatas jalan yang berlumpur… memiawku mulai becek…anto terus saja memaju mundurkan pantatnya seakan aku ini adalah istrinya… aku…ya tuhan..kenapa aku??? Aku sangat menikmatinya… aku tak bisa bohong… sedikit demi sedikit aku mengikuti permainannya…pantatku mulai aku maju mundurkan juga..pertanda kalau aku ini setuju diperlakukan seperti ini … seperti adegan dalam film porno..hal ini aku lihat dari cermin lemariku… wwwoooww…. Sangat indah gerakan anto saat memiawku di ent*tnya.

Sekarang aku yang tidak tahan lagi, aku tolak anto sehingga dia jatuh tertidur diatas tempat tidurku, aku arahkan tongkolnya kedalam memiawku… tapi aku tak mau buru2…aku mau merasakan setiap jengkal yang ada di tongkolnya, aku lambat2 memasukkannya, aku ingin menikmatinya… dan aku melenguh dengan kerasnya seakan aku ini ngent*t ditengah hutan rimba yang tiada berpenghuni…. Ooooccccccchhhh…..ssssssssss….. dengan sedikit demi sedikit gerakan tubuhku naik turun…semakin kencang..semakin nikmat… anto tidak mau tinggal diam dia langsung menaik turunkan pinggulnya kearah memiawku sehingga menimbulkan suara sensasi yang luar biasa…plak..plak…plak… hal itu berjalan cukup lama dan akhirnya aku …’’antttttooooo…..aa..aa..aaa..akkuuu…mau keluar… oooccchhh nikmaaaattt….’’ Dan crot…crot…crott… keluar bunyi indah dari memiawku… memang sangat puas aku kali ini. Anto lalumenidurkan aku… sekarang aku yang dibawah… dan tanpa basa basi… ccclleeeepp… batang itu… dan wwwuiiihhh….. seakan aku mendapat air dahaga di tengah padang tandus… aku puas aku berteriak kegirangan… aaah…aahh..aah… oohhh….yessss…..ooohhh… tanganku memukul tempat tidurku memberi tanda kalau aku puas akan permainannya. Digenjot seperti itu aku tidak tahan…maju mundur..semakin kencang..dan kencang…’’mbaaakk….aku mau keluar aku tembak diluar yaaaa…..!!!’’ dalam hatiku…tiddak.. hal ini tidak boleh terjadi, aku harus merasakan bagaimana rasanya memiawku isempot oleh spermanya anto… aku tahan pantatnya, seakan aku suruh dia untuk tetap menahan tongkolnya didalam saat mengeluarkan spermanya… dan crooott….croottt….croottt.. aku merasakan dinding rahimku penuh sekali dengan spermanya…aku puas… aku bersama-sama berteriak…’’Aaaaaaacchhh…..’’…

Itulah pengalamanku dengan anto dan kegilaanku yang aku fikir baru kali ini aku wujudkan… yaahh… bercinta dengan lain pria.

klik untuk selengkapnya..

Disini kucing disana gar0ng

Lembar demi lembar aku buka majalah liberty, ada jeng asih, mbah r0s0, b0ss edi, datuk lampek,ki bayu rekso,dan laenya...

"Ngapaen ra,udah relakan aja,mungkin kakek bukan j0d0hmu" ujar pink sembari memadangku yang tak meggubrisnya. maklum q lagi sibuk baca iklan paran0rmal yang menawarkan cara instant merebut kembali pujaan hatiku yang bernama R.M.kakek hasby adiwahyu bimasakti mandragunawan lanang!n jagad,

Dialah satu satunya cwo yang kucinta,tak cuma kasih sayank yang q berikan namun segenap waktu, tenaga, dan fikiranku habis cuma buat dia.

"udah pink q m0 perg! Suntuk disini terus" kataku sembari beranjak perg!

"jeje mau kmana"tanya n0ura & vio.

"kalian dicini aja q mau perg! Cari dukun pelet" jawabku.

"ya udah sana mau ke gunung lawu apa gunung tangkuban perahu, asal jangan jumping dari gedung aja" kata pink sambil bergurau.

Pink pun melirikku sejenak sembari menikmati pecel lele diwarung ind0, bersama inez, n0ura, vio, disampingnya.


Saat q melangkah keluar..nina dan para sahabat laennya datang menghampiriku...


"mau kmana ra??"tanyanya.

"ee senyumya mana?"celutuk vega, sambil menarik tanganku kembali memasuki warung trsebut.

Q pun cuma nurut kembali ke warung, siapa tau bisa up date tentang kabar kekasihku dari nina.

"nin ada kabar ga tentang kakek? katanya dia ga akan ninggalin q tapi mpe sekarang dy perg! Menghilang tanpa kabar" cecarku panjang lebar

Nina pun tampak salah tingkah mendengar pertanyaanku yang sebenarnya q sudah tau dari rizky gatz0.

"emm..gmana ya ra..sebenernya..e.."
Nina tak memberi jawban,malah suaranya putus putus.

"udah ra, jangan dipikirin, dia pulang kampung m0 kawin, dirumah semua udah tersedia apa yang dia inginkan, pasti dia lakukan, ga mungkn dy balik lagi kecini.. cape2 jadi kuli" jelas vega.

"lag!an u g0bl0k ci ra, dah tau kucing gar0ng, masih mau aja dig0mbalin, tapi ga usah sed!h banyak yang senasib denganmu" cel0teh inez sembari menghiburku.

"ea jangan mudah terpana dengan rayuan cwo apalagi tampang kaia kakek... habis dah lu!!!" papar jingga yang lagi dendam juga ma kaum adam.

"eh ga semua cw0,kaia getoh lho!!" kata imam yang se0lah2 membela kaumya.

"udah,ahk jangan ngeg0sip mulu, apa ga kasihan ma aura" tiba2 suara pink terdengar kembali, mungkin karena tak tega melihatku termangu.

"nah dari pada pusing2 mending.. kita mejeng aja yuk ke bl0g ah0lick kirim foto, plus biodata, tapa tau ada yang mengkitbh, dan berlutut menyatakan cinta.. gimana plen" usul 0c0ng..
Lalu dijawab cepat ma tman2 laen Amien......

Ke2 telingaku mulai panas, pipiku memerah, sbelum meledak q harus mencari bantuan TiM SARS... yap kaianya air ding!n lah jawabnya.

Glek..glek..glek..sekejap b0t0l ditanganku k0s0ng, setauku air mineral tidak memabukan, tapi q merasa seperti melayang, bumi yg kupijak berg0yank2, kunang2 menari2 dipandangan,

"Please,q ga boleh pingsan didepan mereka, malu maluin"

Saat itu juga q bawa kakiku melangkah keluar,meningalkan t4 tman2 berkumpul, sementara air mataku terus mengalir dipipi, sakitku tak terkatakan, sedihku tak terungkapkan.

Benar kata pujanga, tak ada log!ka dalam cinta, meski aku tw, kakek lebih dari playboy cap unta, kucing gar0ng, lelaki buaya darat, pecinta wanita, namun q tak mampu mengendalikan perasaanku, aku terlanjur mencintainya
"Awalnya niatku just f0r fun,,tapi..h!kh!kh!k"

Brak!!..."duh gusti..c0p0t eh c0p0t,ya r0b..." latahku yang kaget karena mendegar suara benturan benda keras didekatku, tanpa sadar mataku mel0t0t mau c0p0t, ternyata t0ng sampah disebelahku terkena lemparan benda padat yang hampir nyrempet mukaku..

"sayank itu HP baru q beli, knapa u lempar begito saja,,, kan rusak jadinya"ujar sang cw0.

"q ga perduli!!!! u c0wo ga tw malu, pemb0h0ng, ga punya hati, kenapa ga dari dulu, kamu ng0mong kamu dah punya istri, ternyata selama ne u cuma manfaatin aku, q ga terima,h!k h!k h!k.." tang!s cewe begitu memilukan..


Seperti patung q tertegun menyaksikan sepasang kekasih yang sedang bertengkar,cewe brambut pirang sembari berkecak pinggang terus menang!s dan memaki cwo kerempeng didepannya.


Amarah yang baru ia l0ntarkan sepertinya mewakili smua unek2 yang begitu menyesakan dadaku.


"yank,, jangan nanges, aku kan udah jujur, bes0k aku akan pulang, istriku menungguku, tapi bener k0k... sejak pertama melihatmu, q jatuh cinta kepadamu, u cntik, baek, dan bla..bla..bla.." rayu sang cwo tanpa ada rasa.

"Entahlah" batinku, "cwe mang mahluk sensitif, sentimentil & rumit, hingga kadang membuat kaum adam sulit mmahami"
Sebagaimana aku, mengapa aku harus begini?
Ternyata benar banyak yang senasib denganku, dunia ini dipenuh!  Dgn laki2 pembual ,walaupun tak semua lelaki seperti demikian, namun bagi ku mereka ga jauh beda, penjahat2 wanita, aku ga mau hidup dibelantara rahwana...!! Jeritku dalam hati.

Perlahan q langkahkan kakiku ,semntara hatiku masih penuh dengan penyesalan, kekecewaan, sakit hati & dendam.
Tanpa lelah q telusuri semua jalan disekitarku,dan ketika q sadar q telah berada diatas sebuah gedung yang tinggi?
Q coba menengok kebawah sana, tampak jalan raya yang dipenuh! Dengan kendaraan, q pikir sesaat lage q akan bersimbah darah....sakitkah????
Q ga perduli, tujuanku cuma 1. balas dendam, dengan membuat, kake merasa sangat berd0sa, karna telah menyebabkanku bunuh diri.
Siapa tw dengan cara ne kakek akan datang, meratapi dan menangisi jasadku di kemudian hari,
Dan Semua orang akan menyalahkan dirinya tanpa ampun.

Yang pastinya akan menjadi berita paling sensasi0nal dan menggemparkan seluruh jagad raya, seh!ngga para lelaki tidak seenaknya mempermainkan para cwe.

the~end.

Image and video hosting by TinyPic

klik untuk selengkapnya..